Rahasia Langsing Ramping Alami Perempuan Mancanegara

https://2.bp.blogspot.com/--7M3nFyDXXU/VtRAEGBLwlI/AAAAAAAAGsY/VjG2os8FPEM/s72-c/katrina-kaif-pics-2014-03.jpg click to zoom
Ditambahkan 05.13
Kategori Artikel
Harga @ Seringkali Anda melihat perempuan -perempuan mancanegara, baik secara langsung saat berjumpa di jalan maupun secara tidak langsung, baik...
Share
Hubungi Kami
BELI

Review Rahasia Langsing Ramping Alami Perempuan Mancanegara

@

Seringkali Anda melihat perempuan -perempuan mancanegara, baik secara langsung saat berjumpa di jalan maupun secara tidak langsung, baik di film maupun televisi, kebanyakan dari mereka hampir selalu tampil menawan dan berkesan modis (good looking), bukan? Sehingga apapun busana yang dikenakannya, tidak mengurangi kecantikan mereka. Terkadang hanya berbalutkan t-shirt dan jeans belel sekalipun, mereka tampak menarik. Apa rahasianya? Tidak lain adalah pada bentuk tubuhnya yang selalau terjaga kelangsingan dan kerampingannya. Bahkan kebanyakan perempuan mancanegara yang telah melahirkan sekalipun, setelah beberapa saat tubuhnya kembali normal kembali seperti layaknya saat mereka belum hamil, seperti misalnya Kim Kardashian, Katie Holmes dan sebagainya. Bahkan beberapa dari mereka yang sudah berusia matang, masih memiliki bentuk tubuh ramping yang tidak kalah dengan gadis-gadis Indonesia pada umumnya, sebut saja misalnya Demi moore atau Monica Bellucci. Apakah hal ini karena faktor genetis? Ataukah mereka ketat menjalankan program diet secara khusus?

“Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya”, lain tempat, lain budaya dan lain negara, beda kebiasaan. Ternyata masing-masing dari mereka punya kebiasaan-kebiasaan yang unik. Nah, bila kebiasaan itu bisa membuat tubuh menjadi langsing dan ramping, pasti Anda penasaran, bukan? Coba contohlah kebiasaan dan gaya hidup para perempuan Prancis, Jepang, China dan Belanda berikut ini, sehingga tubuh mereka selalu terjaga kerampingannya/kelangsingannya:

1. Perempuan Prancis – Makan Sambil Ngobrol. Menu makan Prancis banyak yang padat lemak, namun herannya tubuh mereka tetap saja langsing. Apa rahasianya? Hal ini ternyata ada hubungannya dengan kebiasaan makan mereka. Ternyata perempuan Prancis memiliki kebiasaan menikmati makanan secara perlahan sambil berbincang. Cara makan seperti inilah yang membuat rasa kenyang cepat muncul. Sebaliknya, makan secara terburu-buru, selain kalori lebih banyak masuk, kerja lambung juga akan bertambah berat. Karena makanan yang masuk belum tentu dihaluskan sempurna oleh gigi dan sistem pencernaan. Kunci dari diet perempuan Prancis menurut Will Clower, ahli gizi dari Amerika adalah mengonsumsi semua makanan namun dengan porsi terbatas. Selain itu, air dalam kemasan botol merupakan minuman favorit sepanjang hari. Bahkan air dalam kemasan di Negara Prancis, lebih populer dibandingkan jus buah atau soda. Mereka juga gemar mengonsumsi roti dalam porsi besar yang mengandung sedikit lemak. Rahasia lain, perempuan Prancis kerap menutup acara makannya dengan minum kopi pahit. Rasa pahit dari kopi dapat membatasi keinginan untuk makan atau ngemil hingga jam makan berikutnya.

2. Perempuan Jepang – Penggemar Kacang. Nasi dan sayur masuk dalam menu sehari-hari. Mereka juga menggemari kacang-kacangan (terutama kedelai). Bahkan salah satu makanan tradisional mereka , nattou, yang berasal dari kacang kedelai yang difermentasi, menjadi favorit anak muda di Jepang, karena dianggap sebagai menu diet yang murah meriah. Menu makanan Jepang sangat rendah lemak. Seafood dikonsumsi dalam porsi sedang. Daging sapi dan minyak sangat sedikit ditemui dalam menu perempuan Jepang. Kemudian soal porsi, umumnya sedikit-sedikit. Maklum, mereka menganut prinsip kecil itu indah (small is beautiful). Hal ini diterapkan dalam semua hal, termasuk dalam penyajian makanan. Berbagai makanan Jepang disajikan dalam wadah yang berbeda-beda dan dalam porsi kecil-kecil. Yah, hampir miriplah dengan penyajian di rumah makan Padang. Kebiasaan sehat mereka yang patut ditiru adalah jalan kaki dan lari. Hal ini dilatarbelakangi kondisi transportasi di sana. Banyak warga yang memilih berkendaraan umum karena lebih murah dan nyaman. Karena pemerintah Jepang menerapkan pajak yang tinggi terhadap kepemilikan kendaraan pribadi. Dengan begitu, mereka setiap hari harus berjalan kaki menuju ke dan dari stasiun kereta dan halte bus.

3. Perempuan China – Pengayuh Sepeda. Tingkat Obesitas di Cina sangat rendah. Hanya 15% perempuan Cina yang mengalami kegemukan. Bandingkan dengan tingkat obesitas perempuan di Amerika yang mencapai kisaran 62% di tahun 2000! Hal ini terjadi karena mereka menganut prinsip keseimbangan, Yin dan Yang, yang diterapkan dalam pola makan. Mereka mengonsumsi kombinasi nutrisi yang berbeda dalam satu porsi makanan. Pola makan dengan model food combining yang aslinya dikenal dengan nama Tropologi ini, telah dikenal di Cina sejak ratusan tahun yang lalu. Mereka percaya bahwa makanan yang berbeda akan mengalami proses pencernaan yang berbeda pula. Dengan pola kombinasi yang tepat, tubuh akan dapat berfungsi secara maksimal. Nasi, mie, dan roti gandum selalu ada dalam setiap menu sehari-hari. Pelengkapnya adalah sayuran hijau yang ditumis dengan sedikit minyak sayur. Mereka jarang mengonsumsi daging, kecuali pada momen-momen tertentu. Dalam masakah Cina, daging ‘hanya’ digunakan sebagai penyedap rasa. Orang China juga memiliki kebiasaan sehat, yaitu bersepeda. Sebagian besar jalan-jalan di China dipadati pesepeda. Maklum, di China mobil termasuk kategori barang mewah, sehingga jarang sekali yang memilikinya. Kebiasaan mengayuh sepeda ini membuat berat tubuh mereka terkendali. Pasalnya, bersepeda merupakan aktivitas aerobic yang sangat pas untuk menurunkan dan mengendalikan berat badan. Jadi, tidak perlu nge-gym di pusat kebugaran setiap hari atau mengosumsi suplemen-suplemen penurun berat badan.

4. Perempuan Belanda – Doyan Sayur. Seperti halnya di China, warga Belanda juga senang bersepeda. Kalau jarak tempuhnya pendek, mereka lebih memilih mengendarai sepeda ketimbang mobil pribadi. Mereka bersepeda sambil menikmati taman tulip yang indah dan menyegarkan mata. Pola makan orang Belanda lebih sehat karena mereka banyak mengonsumsi sayur-sayuran. Produksi sayuran di Belanda cukup besar karena tanahnya cukup subur. Hampir semua sayur yang tumbuh di daratan Eropa bisa dijumpai di Negara ini. Orang Belanda juga tidak terlalu menyukai makanan cepat saji (fast food). Mereka lebih menyukai makanan rumahan. Menu utama biasanya kentang rebus yang disajikan dengan kulitnya. Kebiasaan orang Belanda juga sama dengan orang Prancis, yakni sehabis makan selalu ditutup dengan minum kopi. Konsumsi kopi mereka rata-rata 2 kali sehari, pagi dan sore. Kopi pahit bisa menjadi pengganjal perut untuk ngemil di sela-sela jam makan berikutnya.

5. Berbeda halnya dengan perempuan Amerika. American Obesity Association mencatat kecenderungan obesitas untuk perempuan Amerika cenderung terus meningkat. Dari 51% pada tahun 1994, meningkat menjadi 62% pada tahun 2000.
Beberapa alasan mengapa perempuan Amerika memiliki tubuh lebih gemuk daripada perempuan Eropa dan Asia adalah:

Menu utama dalam piring orang Amerika adalah daging.
Banyak restoran fast food yang mengandung lemak tinggi berharga murah di Amerika.
Orang Amerika terkenal senang ngemil. Mereka biasa ngemil sambil nonton televisi.
Porsi makanan orang Amerika lebih besar dari orang Eropa.
Banyak mengonsumsi minuman bersoda. Menurut Made Astawan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), konsumsi soft drink di Amerika mencapai 8 kaleng (@ 240 ml) per hari!
Nah, silahkan dipilih cara diet yang paling sesuai dan paling Anda sukai, ala perempuan Prancis, perempuan Jepang, perempuan China ataukah perempuan Belanda.

Source: tiptipseru.com


GRATIS! Anda akan mendapat kiriman Info Produk dan Artikel Baru yang terbit di TokoAepBae.COM juga Info Promo dan Penawaran Spesial. Silahkan masukkan email anda kemudian klik Subscribe, setelah itu cek email lalu klik konfirmasi.

Komentar